Mama-mama Pedagang Asli Papua Merayakan Ibadah Natal

Posted by Papuan Voices On Senin, Desember 19, 2011 0 komentar
Selamat natal untuk mama-mama Papua (Foto: Ist)
Natal Membawah Damai dan Terang

PAPUAN, Jayapura --- Bertempat di Pasar sementara, Jalan Percetakan, Jayapura, Papua, Minggu (18/12) kemarin sore, untuk pertama kalinya ratusan mama-mama pedang asli Papua merayakan ibadah natal bersama.

Adapun Tema ibadah natal, “Bangsa yang berjalan didalam kegelapan, tetaplah melihat terang besar,” dan Sub Tema: “Dengan semangat natal 2011, pasar mama Papua siap menjadi terang bagi dunia dan bagi sesama.

Pantauan Papuan Voices, sejak pukul 05.00 sore, ratusan tamu undangan baik dari Pemerintah Provinsi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh agama dan tokoh perempuan, serta pemuda dan mahasiswa, termasuk mama-mama pedagang asli Papua telah memadati pasar tempat natal akan dilangsungkan.

Pdt. Jetina Kogoya, dalam renungan singkat yang diambil dari kitab Yesaya pasal 9:1-5 menyampaikan bahwa mama-mama pedagang asli Papua harus menjadi terang bagi dunia, terutama bagi sesama umat manusia.

Menurut Jetina, terang sangat diperlukan bagi setiap manusia. “Jika kita, terutama mama-mama berjalan dalam terang, maka kita akan sampai pada tujuan yang tepat.”

“Kita jangan saling membeda-bedakan, tapi harus menjadi terang bagi dunia, terutama bagi diri kita sendiri, dan tetap menjaga persatuan diantara kita bersama,” ajak Jetina kepada mama-mama Papua.

“Baik di pasar, dirumah, dijalan, atau dimana saja kita harus menjadi terang dan pembawah damai, karena kelahiran Yesus ke dalam dunia ini juga membawah terang dan damai bagi kita umat manusia,” urainya.

Ia juga salut dan bangga karena mama-mama pedagang asli Papua secara mandiri bisa menyelenggarakan natal yang menurutnya sangat luar biasa dan berkesan.

“Terima kasih buat panitia natal yang telah percayakan saya membawah renungan di ibadah natal ini,” tutupnya.

Sementara itu, Sekertaris Panitia natal, Ibu Jecklin Yikwa dalam laporannya mengatakan ikut senang dan bahagia karena mama-mama pedang asli Papua untuk yang pertama kalinya bisa merayakan ibadah natal secara bersama-sama.

“Ini natal yang pertama kali sejak pasar sementara ini dibangun pemerintah Provinsi pada 20 Desember 2010, dan kami menempati pasar ini sejak tanggal 7 maret 2011. Ini sebuah kebanggaan jika kita bisa merayakan natal saat ini,” tegas Ibu Jekclin disambut tepuk tangan seluruh tamu undangan.

Mama Jeklin juga menegaskan bahwa perjuangan mama-mama pedagang asli Papua tidak akan pernah berhenti sampai hanya mendapatkan pasar sementara.

“Perjuangan kami adalah agar pemerintah provinsi dapat membangun pasar permanen. Karena itu yang kami tuntut dari dulu sampai saat ini,” jelasnya dalam sambutan tersebut.

Ia mewakili panitia dan mama-mama pedagang asli Papua menyampaikan terima kasih atas bantuan semua pihak sehingga natal bisa terlaksana dengan baik.

“Natal yang pertama kali ini diselenggarakan di Pasar sementara agar semua unsur dan lapisan masyarakat bisa datang dan mengikutinya, terutama bagi kaum miskin kota disekitar pasar,” katanya.

 Mama Jeklin menutup dengan sebuah harapan agar pemerintah provinsi tetap mengusahakan pembangunan pasar permanan yang telah menjadi cita-cita perjuangan mama-mama pedagang asli Papua sejak 8 tahun silam.

Mewakili Pemerintah, Elieser Renmaur, Asisten I Setda Provinsi Papua mengapresiasi usaha dan keras mama-mama pedagang asli Papua sehingga perayaan ibadah natal bisa terselenggara.

“Merayakan natal ditempat seperti ini lebih bagus dan mendapatkan maknanya, dari pada kita menyelenggarakan natal di tempat-tempat mewah, gedung-gedung tinggi, atau di hotel,” tegasnya.

Ia juga berjanji akan menindaklanjuti apa yang disampaikan mama-mama pedagang asli Papua untuk mendapatkan pasar permanen.

“Sejak pasar sementara ini dibangun, pengolahannya telah kami serahkan kepada Walikota, dan jika bapak Walikota memberitahukan kami kalau ada lokasi yang siap untuk dibangun pasar permanan bagi mama-mama, maka pemerintah Provinsi akan mengusahakannya,” janji Elieser di depan mama-mama pedagang asli Papua.

Selain sambutan dari pihak pemerintah, lembaga rakyat yang kali ini diwakili oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) juga turut menyampaikan sambutan. Ia diwakili oleh Ketua I MRP, Pdt. Hofni Simbiak.

Hofni mengatakan, MRP selalu mendukung perjuangan yang dilakukan mama-mama pedagang asli Papua untuk mendapatkan pasar permanen. Dan menurutnya, adalah hal yang wajar bilamam-mama terus berjuang.

Sambutan terakahir disampaikan Robert Djitmau, Ketua Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) mewakili mama-mama pedagang asli Papua. 


Dalam sambutannya, Robert meminta agar pemerintah Provinsi tidak hanya janji diatas janji, tapi segera merealisasikan pembangunan pasar permanan.

“Siapapun Gubernur yang nanti terpilih, saya himbau agar bisa segera memperhatikan tuntutan mama-mama asli Papua agar pasar permanen bisa segera dibangun. Nasib mama-mama pedagang asli Papua saya titipkan kepada kalian,” harapnya.

Acara perayaan ibadah natal berlangsung sejak pukul 06.30 WIT sore hingga pukul 08.00 WIT  malam. Usai ibadah ditutup, tamu undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan mama-mama pedangan asli Papua.

 
OKTOVIANUS POGAU

0 komentar:

Posting Komentar