GRPB Cetuskan Trikora Versi Papua di Alun-alun Yogyakarta

Posted by Papuan Voices On Selasa, Desember 20, 2011 0 komentar
Pemuda dan Mahasiswa gelar aksi Trikora di Jogja (Foto: Ist)
PAPUA, Yogyakarta --- Pemuda dan mahasiswa Papua yang terergabung dalam Gerakan Rakyat Papua Bersatu (GRPB), Senin (19/12) kemarin, melakukan aksi memperingati 50 tahun aneksasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di Alun-alun Utara Yogyakarta.

“Kami melihat melalui Trikora pembunuhan, pembantaian, dan penghilangan paksa orang asli Papua dimulai,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

Sekitar pukul 09.00 WIB massa aksi melakukan long march dari Asrama Papua, Kamasan I sambil memegang spanduk, dan beberapa poster, menuju titik nol Benteng Jogjakarta, pas pintu masuk jalan Trikora.

Dalam aksinya, GRPB menggugat deklarasi Trikora yang dilakukan secara sepihak oleh Ir. Sukarno, dkk di Alun-Alun Utara, Yogyakarta, pada tanggal 19 Desember 1961.

Adapun pernyataan sikap yang dibacakan kordinator lapangan, pertama, bubarkan penduduk kolonialisme NKRI di Papua Barat, kedua, kibarkan sang Bintang Kejora di seluruh Papua Barat Tanah Air Bangsa Papua, ketiga, bersiaplah untuk moblisasi umum, guna merebut kembali kemerdekaan bagi bangsa Papua Barat

GRPB juga menuntut agar pemerintah SBY-Budiono menarik militer organik maupun non-organik dari Papua, menuntaskan pelanggaran HAM yang terjadi sejak tanggal 19 Desember 1961 dan bertanggung jawab terhadap pembantaian yang sekarang sedang terjadi di Kabupaten Pania, Papua.

Secara tegas GRPB juga menolak program-program yang diberikan oleh pemerintah pusat diantaranya, Otonomi Khusus [Otsus], pemekaran, UB4P, karena semua itu tidak akan menjawab persoalan rakyat Papua. 


“Akar masalah di Papua adalah soal status politik, bukan makan dan minum (kesejahteraan),” tegas Otis Tipagau dari Forkompas, Semarang.

Menutup aksinya, GRPB menuntut pemerintah Indonesia untuk mengembalikan kedaulatan Bangsa Papua Barat atau melakukan referendum bagi bangi bangsa Papua Barat sebagai solusi demokratis menyelesaikan sengketa antar rakyat Papua Barat dan Pemerintah Indonesia.

Aksi dijaga secara ketat oleh aparat kepolisian, dan berkahir sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian massa aksi membubarkan diri dengan tenang.

AGUS DOGOMO

0 komentar:

Posting Komentar