Paniai Mencekam, DAD Paniai Tuntut Kapolda Papua Dicopot

Posted by Papuan Voices On Rabu, Desember 14, 2011 1 komentar
Aparat Gabungan TNI dan Polri (Foto: Ist)
PAPUAN --- Pemerintah Indonesia ketika membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) telah menyatakan keseriusannya untuk menyelesaikan masalah di Papua secara menyeluruh, adil dan bermartabat sembari membuka dialog antara Jakarta dan Papua.

Namun fakta di lapangan berbicara lain, pemerintah pakai cara kekerasan (baca: operasi militer) untuk menyelesaikan setiap masalah di tanah Papua, dan yang paling baru telah terjadi di Kampung Kugikou, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua, Selasa (13/12) kemarin.

Hal ini dikemukakan Jhon Gobay, Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, ketika menghubungi media ini melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (14/12) tadi siang.

“Di bibir dan aturan berbicara lain, tapi pelaksanaan sama sekali nol. Ini wajah pemerintah Indonsia di tanah Papua,”tegas Gobay.

Kata Gobay, beberapa waktu lalu saat bertemu dengan Komnas HAM di Jakarta, DAD Paniai telah meminta agar aparat TNI/Polri yang jumlah sangat banyak harus di ditarik dari Paniai, tapi hal tersebut tidak di indahkan kepolisian.

“Paniai aman-aman saja, kenapa harus dilakukan pengiriman aparat TNI/Polri dalam jumlah sangat besar,” keluh Gobay.

Peristiwa penyerangan yang dilakukan aparat TNI/Polri terhadap warga sipil yang di duga TPN/OPM di Paniai menunjukan bawah pemerintah tidak serius untuk selesaikan masalah di tanah Papua.

“Kami melihat pemerintah pusat setengah hati dalam menyelesaikan setiap persoalan di tanah Papua,” tegasnya.

Jhon menegaskan Dewan Adat Daerah (DAP) Paniai meminta dengan tegas agar Kapolda Papua harus dicopot dari jabatannya.

“Kapolda Papua harus dicopot karena tidak becus dalam menangani konflik yang terjadi di tanah Papua, khususnya di Paniai,”tegas Jhon.

Seharusnya aparat melakukan pendekatan dialog atau komunikasi dengan pihak-pihak yang berseberangan ideologi, dalam hal ini TPN/OPM, bukan langsung main tembak-tembak dan bakar-bakar.

“TPN/OPM juga manusia biasa, mereka punya akal, pikiran dan perasaan. Jika aparat mau ajak diskusi dengan mereka, tentu mereka akan terima,” ucapnya.

Yustinus Gobay, salah satu warga sipil di Paniai melaporkan, setelah melakukan penyerangan, aparat gabungan yang terdiri dari TNI/Polri langsung membakar seluruh rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar markas TPN/OPM di Eduda.

“Helikopter sudah puluhan kali dikerahkan untuk menambah personil di Eduda. Kemungkinan mereka akan bermalam di markas TPN/OPM,” kata Yustinus Gobay.

Di laporkan situasi Paniai masih mencekam. Warga sipil, terutama orang asli Papua masih memilih tinggal di dalam rumah karena takut terjadi apa-apa.

Sejak pukul 07.OO WIT tadi sampai pukul 18.00 WIT ketika berita ini ditulis, dilaporkan aparat TNI/Polri terus dikerahkan untuk melakukan patroli rutin di seluruh kota di Paniai.

Banyak warga sipil telah mengungsi keluar dari Kabupaten Paniai. Ada yang menggunakan pesawat terbang Avia Star jenis twin otter, ada juga yang menggunakan mobil strada melalui jalan darat ke Kabupaten Nabire.

OKTOVIANUS POGAU


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Yahhh, Kapolda harus segera di copot.....

Posting Komentar