WPIA Menuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri

Posted by Papuan Voices On Rabu, Desember 21, 2011 0 komentar
Demo WPIA menuntut referendum di Wamena (Foto: Bonnie)
PAPUAN, Wamena --- Puluhan Masyarakat Papua yang tergabung dalam, West Papua Interest Association (WPIA) melakukan aksi demo damai menuntut hak menentukan nasib sendiri, kemarin siang, Selasa (20/12), di Terminal Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Aksi dengan menggenakan baju biru dan bertuliskan United Nations Declaration on The Rights of Indigenous Peoples ini, dilakukan dalam rangka syukuran deklarasi tentang Hak-Hak Masyarakat Pribumi Papua Barat dari Sorong sampai Merauke.

Dalam selebaran yang diterima Papuan Voices, ada 11 point pernyataan yang dituliskan, diantaranya, sejak 13 September 2007, Pribumi West Papua sudah sah menjadi anggota tetap di markas besar Indigenous People di PBB,

WPIA juga sedang berjuang untuk penyelesaiaan masalah Papua melalui mekanisme referendum, atau hak menentukan nasib sendiri berdasarkan aturan dan mekanisme PBB, Pasal 3 yang didukung oleh 143 negara, termasuk Indonesia.

Kordinator aksi, Kim Tabuni mengatakan persoalan Papua tidak akan diselesaikan melalui dialog Papua-Jakarta, namun akan diselesaikan secara menyeluruh melalui mekanisme PBB di makamah internasional.

“Aksi ini bagian dari kampanye referendum untuk hak menentukan nasib sendiri,” ujarnya disela-sela aksi.

Point lain dalam pernyataan tersebut menuliskan, WPIA menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus kepada sistem pemerintah Indonesia, terutama TNI dan Polri, karena telah membantu masyarakat pribumi West Papua untuk bekerja keras memperjuangkan penentuan nasib sendiri melalui berbagai operasi militer yang dilancarkan pemerintah di seluruh Papua.

Menurut keterangan Andreas Wakerkwa, penanggung jawab kegiatan, aksi serupa akan digelar di semua Kabupaten kota di Tanah Papua.

Aksi yang dipusatkan di Terimal Sinakma, Wamena ini, mendapat perhatian dari masyarakat umum yang sedang beraktifitas,, namun tidak terlihat adanya pengawasan dari aparat kepolisian.

JULIANA BONNIE

0 komentar:

Posting Komentar