Mahasiswa Diminta Belajar Tekun di Organisasi

Posted by Papuan Voices On Sabtu, September 30, 2017 0 komentar
Anggota DPR Papua, Nioluen Kotouki (IST)
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com--- Nioluen Kotouki, Wakil Ketua Komisi V DPRP Papua berharap kepada mahasiswa Yahukimo dan Papua pada umunya untuk menyiapkan diri menghadapi perkembangan jaman yang semakin berkembang, terutama orang Papua dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Mahasiswa sekarang harus belajar banyak untuk bisa bersaing kedepan menghadapi MEA. Kalian adalah generasi Papua kedepan, sehingga jangan menyia-nyiakan waktu ini – pergunakan waktu baik untuk belajar,” kata Kotouki dalam seminar pemilihan pengurus mahasiswa Angguruk, Pronggoli, Panggema dan Kosarek (Ampropakos) di aula Asrama Liborang Padangbulan, Jumat (29/9/2017).

Selain itu, ia minta mahasiswa untuk aktif melibatkan diri dalam organisasi-organisasi yang ada, baik itu organisasi tingkat kabupaten, distrik maupun organisasi yang ada di bawah naungan gereja. 

“Karena imajinasi kita itu akan berkembang ketika kita melakukan banyak kegiatan dan disitu banyak pengetahuan yang akan kita peroleh. 85 persen ada di organisasi, jadi harus melibatkan diri dan harus punya komitmen serta visi jelas,” tuturnya.

Selain itu, Nathan Pahabol, Anggota Komisi V DPRP mengatakan, ANPORPAKOS ini adalah organisasi pangkaderan dan persatuan yang didalamnya ada tri-panggilana gereja, yaitu bersaksi, bersekutu dan melayani yang mempersiapakn diri untuk Papua kedepan, sehingga mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan baik. 

“Organisasi ini dibentuk tahun 1993 dan ia termasuk tertua di kota Jayapura, sehingga mahasiswa dalam organisasi untuk terus melibatkan diri dan banyak belajar demi masa depan Papua,” kata Pahabol usai membuka seminar yang akan dilangsungkan dua hari, Jumat dan Sabtu (29-30/9/2017).

Selain itu, Nathan selaku senior yang perna memimpin ANPROPAKOS berpesan supaya pemilihan pengurus yang akan dilakukan pada, Sabtu (30/9/2017) benar-benar memilih pemimpin yang takut akan Tuhan. 

Pewarta: Elisa Sekenyap
Editor: Arnold Belau

0 komentar:

Posting Komentar