Peringati Hari HAM, Mahasiswa Papua di Surabaya Demo

Posted by Papuan Voices On Senin, Desember 12, 2011 0 komentar
Pemuda dan Mahasiswa Papua demo pada hari HAM/Foto: Ist
PAPUAN, Surabaya --- Puluhan pemuda dan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demo secara damai untuk memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh pada hari Sabtu, (10/12) kemarin, di Kota Surabaya.

Massa membawa belasan poster pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, juga membentangkan spanduk sebagai bentuk protes terhadap negara Indonesia. 

Mereka melakukan long march dari Hotel Santika sambil meneriakan yel-yel meminta hentikan pelanggaran HAM di tanah Papua, hingga sampai di Grahadi Surabaya. 

“Pemerintah Indonesia, melalui aparat TNI/Polri harus hentikan pelanggaran HAM di tanah Papua,” teriak Yosua Tabuni, Kordinator Lapangan dalam aksi tersebut. 

Tabuni juga mengatakan aksi ini dilakukan sebab telah terjadi berbagai teror, intimidasi, pembunuhan, dan bahkan sampai saat ini aspirasi rakyat Papua masih dibungkam oleh pemerintah Indonesia. 

“Kami menyuarakannya untuk mengangkat harkat dan martabat kami orang Papua,” tegas Yosua. 

Selain meminta pemerintah akhiri pelanggaran HAM di Papua, pendemo juga berharap pemerintah Indonesia segera membuka ruang untuk berdialog antara Jakarta dan Papua yang di mediasi oleh Pihak ketiga yang netral dan independen. 

“Kami menolak bentuk komunikasi konstruktif yang ditawarkan SBY, termasuk menolak UP4B juga,” kata Tabuni, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya ini. 

Dalam aksi tersebut, massa juga meminta agar pemerintah turut membicarakan status politik Papua, karena akar masalah di tanah Papua adalah sejak Papua di integrasi secara paksa ke dalam negara Indonesia sejak tahun 1961. 

Aparat Kepolisian resort kota Surabaya turut mengamankan jalannya demo tersebut. Demo dimulai sejak pukul 10.00 pagi dan berakhir pada 14.00 WIB siang. Massa membuarkan diri dengan tenang setelah demo usai.  


ONES MADAI

0 komentar:

Posting Komentar