FOPERA Yahukimo Gelar Demo Sikapi Berbagai Penyakit Sosial

Posted by Papuan Voices On Kamis, September 28, 2017 0 komentar
FOPERA saat dmeo di Yahukimo. (Ardi Bayage - SP)
YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com --- Forum Pembela Rakyat (FOPERA) Kab. Yahukimo, Papua menggelar aksi di depan Ruko, Dekai, Papua. Demo tersebut dilakukan, Jumat (22/9/2017) pekan kemarin untuk menyikapi penyakit sosial yang kehadirannya mengkwatirkan masyarakat setempat.

Napy Pahabol penanggung jawab aksi tersebut mengatakanFOPERA Yahukimo ada karena berbagai masalah yang terjadi di Yahkimo seperti Miras, Seks Bebas, Togel yang meraja lela, penyebaran HIV/AIDS dan Angka kematian manusia yang tinggi.

"Aksi kami resmi didukung oleg Persatuan Gereja Gereja Yahukimo dan semua kepala suku. Kami bicara untuk masyarakat dan generasi muda Yahukimo tanpa sudutkan siapa pun," katanya.

Soal angka kematian yang tinggi, kata dia, setiap hari dari pagi, siang, sore, hingga malam pun Ambulance keluar dari rumah sakit. Masyarkat yang masuk dengan harapan sembu, mala keluar dengan Mayat. Ia mengaku, pihaknya sudah kantongi data yang falid tentang angka kematian yang dimaksud.

"Data dari dinas kesehatan Provinsi Papua, mengenai angka kematian yang paling tinggi adalah kabupaten Yahukimo, belum lagi dengan 3 ratus orang lebih yang suda kena penyakit HIV AIDS,” ini penyebabnya adalah Seks Bebas dan Peredaran minuman keras secara bebas, ungkapnya.

Lanjut dia, “Kondisi ini harus disikapi segera oleh semua pihak. Kalau tidak, kami bisa habis," katanya prihatin.

Gresgi M Giban mengatakan, masyarakat meminta pemerintah membuat regulasi yang jelas tentang penyakit sosial yang ada. Menurutnya, sebaiknya oknum-oknum tidak bertanggungjawab harus dipulangkan dari Yahukimo.

"Seperti penjual togel, penjual miras, prostitusi terselubung dan lainnya harus diberhentikan dan pulangkan pelakunya bila perlu," tegas Giban.

Jhonni MS dalam orasinya di depan IGD RSUD Yahukimo mengatakan pihaknya mendatangi rumah sakit untuk mempertanyakan penyebab setiap pasien yang masuk ke RSUD kebanyak tidak selamat.

“Kami Tau ini bukan tempat sasaran kami, namun sebelum kami ke pemerintah forum ini harus mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit. Kami ingin tahu kenapa banyak orang Yahukimo mati dan sulit diselamatkan dari RS,” katanya saat orasi.

Menanggapi hal tersbeut, Aser Sobolim, Sekretaris Direktur RSUD Yahukimo saat menerimah kehadiram massa mengaku pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi.

"Karena kalianla yang peduli dengan kesehatan, namun yang perlu kami garis bawahi adalah, apa pasien masuk setelah dapat sakit atau sebelum. Kalo Pasiennya masuk dalam keadaan sakit, kami sudah menolong dengan cara pelayanan kami dan bila ada yang meninggal, itu berarti memang sudah waktuny," jelasnya.

Ia mengatakan, setiap orang yang masuk ke dunia kesehatan, sudah diambil sumpah dan janji sesuai agama dan kepercayaannya masing masing.

“jadi masalah bunuh sengaja, saya sebagai sekretaris tidak tau sama sekali, namun pada kesempatan ini ibu rahel sebagai direktur tidak hadir maka, aspirasi ini akan saya sampaikan,” terangnya.

Dalam aksi tersebut FOPERA mendesak; Pertama, pemerintah bersama semua stakeholder keamanan agar pulangkan orang yang melakukan praktek protistusi dikabupaten Yahukimo. Kedua, pemerintah Yahukimo agar menangkap agen minuman keras dikota Dekai. ketiga, Pemerintah bersama lembaga DPRD segara memperbaiki kembali Ruma Sakit Umum Kabupaten Yahukimo. Keempat, pemerintah dan DPR juga harus membuat Perda Penyebaran HIV dan AIDS.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Arnold Belau

0 komentar:

Posting Komentar