Free Filep Karma
Tampilkan postingan dengan label INTAN JAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTAN JAYA. Tampilkan semua postingan

PT MSI Ilegal, Hentikan Operasi di Intan Jaya

Posted by Papuan Voices On Kamis, Desember 29, 2011 0 komentar
Misael Maisini, Ketua Komisi.
PAPUAN, Intan Jaya--- Misael Maisini, Ketua Komunitas Mahasiswa Independent Somatua Intan Jaya (KOMISI) menyebutkan PT Mini Save International (PT MSI) telah beroperasi secara ilegal karena tanpa mendapatkan ijin resmi dari pemerintah daerah maupun Provinsi.

“Sudah jelas-jelas tanpa surat ijin atau surat resmi dari pemerintah daerah, kenapa harus dijinkan beroperasi lagi,” ungkap Misael kepada Papuan Voices, siang tadi, Kamis (29/12) di Nabire, Papua.

Menurut Misael, pada tanggal 26 Mei 2011 Gubenur Provinsi Papua pernah mengeluarkan sebuah surat perintah, intinya agar segera menutup semua tambang-tambang liar di tanah Papua.

“Berdasarkan surat tersebut, kami meminta dengan hormat PT MSI di Intan Jaya harus ditutup.”

Selain mengambil emas dan kekayaan lainnya, perusahaan juga sering kala memperalat masyarakat setempat, hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuaan mereka.

Sejak melakukan eksplorasi tahan awal di Intan Jaya, persahaan PT MSI masuk tanpa memaparkan AMDAL dari perusahaan terhadap penduduk setempat.

“Bagamana masyarakat mau tahu perusahaan, kalau tak ada sosialisasi dari perusahaan kepada mereka saat akan beroperasi,” Tanya Misael.

Misal menduga, pemerintah Intan Jaya bekerja sama dengan perusahaan telah membodohi masyarakat untuk membunuh kepentingan mereka.

Kabupaten Intan Jaya merupakan salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Paniai. Ia memekarkan diri sejak tahun 2008. Ibukota Kabupaten adalah Sugapa, dan memiliki enam distrik. Dengan penduduk asli setempat adalah suku moni (Migani).

ARNOLD BELAU

 
SELENGKAPNYA

PT MSI Sudah Tidak Beroperasi di Intan Jaya

Posted by Papuan Voices On Selasa, Desember 27, 2011 1 komentar
Logo PT Freeport Indonesia (Foto: Ist)
PAPUAN, Intan Jaya --- PT Mine Save International (PT MSI) sudah tidak beroperasi lagi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, dikarenakan PT Freeport Indonesia sebagai perusahaan induk sedang menghadapai masalah yang cukup serius dan rumit.

Hal ini disampaikan oleh Misael Maisini, Ketua Komunitas Mahasiswa Independent Somatua Intan Jaya (Komisi), ketika dihubungi Papuan Voices via telephone selulernya, siang ini, Selasa (27/12), di Nabire, Papua.

Misael mengatakan informasi yang dia terima dari seorang tokoh agama di Sugapa, bahwa PT MSI sudah tidak beroperasi lagi, dan sudah tak terlihat aktivitasnya.

“Barang-barang milik perusahaan juga disebutkan telah diangkut kembali ke Timika,” kata Misael.

Namun, Misael juga bertanya-tanya, apakah PT MSI akan kembali lagi jika PT FI telah stabil, atau memang tak akan berinvestasi lagi di Intan Jaya.

“Kemungkinan saja mereka akan kembali lagi, karena mereka memiliki kepentingan yang cukup besar terhadap emas di Intan Jaya."

Misael juga menjelaskan beberapa kerja-kerja kongrkit yang dilakukan Komisi dalam menolak kehadiran perusahaan MSI di Intan Jaya.

“Sebenarnya kami mau turun lagi ke lapangan untuk memberikan materi dan pemahaman kepada masyarakat, namun karena banyak kendala sempat dibatalkan,” tegasnya.

“Kemungkinan bulan Juli tahun 2012 kami akan turun lagi ke Intan Jaya untuk sosialisasi dampak-dampak kehadiran perusahaan kepada masyarakat luas,” tambah Misael.

Harapan Misael, PT MSI segera berhenti beroperasi secara total di Intan Jaya, karena bila perusahan ini terus beroperasi, dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat Intan Jaya.

"Jika PT MSI dipaksakan beroperasi di Intan Jaya, maka manusia maupun alam Intan Jaya akan rusak, dan ini akan mengakibatkan dampak yang sangat buruk bagi keberlangsungan hidup masyarakat Intan Jaya," tutup Misael.

ARNOLD BELAU

SELENGKAPNYA

Tenaga Pendidik di Kabupaten Intan Jaya Sangat Minim

Posted by Papuan Voices On Kamis, Desember 22, 2011 0 komentar
Piter Tabuni, Kabid TK dan SD Intan Jaya (Foto: Ist)
PAPUAN, Intan Jaya --- Tenaga pendidik di Kabupaten Intan Jaya dinilai sangat minim, terutama guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), hal ini disampaikan Piter Tabuni, S.Pd, Kepala Bidang TK dan SD di Kabupaten Intan Jaya, Papua, kepada Papun Voices, siang tadi, Kamis (22/12).

Menurut Piter, seharusnya tenaga pendidik di setiap sekolah berjumlah enam hingga sepuluh orang, tetapi yang terjadi di lapangan tidak seperti yang diharapkan.

“Setiap TK dan SD di Intan Jaya rata-rata gurunya hanya satu, dan paling banyak tiga guru saja. Ini sangat menyulitkan kemajuan pendidikan di Intan Jaya,” tegasnya.

Namun, Piter melanjutkan, kurangnya tenaga pendidik di Intan Jaya bukan kesalahan dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Intan Jaya, namun karena usia daerah ini yang baru berumur tiga tahun.

“Kami memaklumi kondisi seperti ini, dan berusaha akan melakukan langkah-langkah strategis agar ada banyak tenaga pendidik,” tuturnya.

Lanjut Piter, saat ini pihak dinas pendidikan sedang berusaha mendatangkan guru lebih banyak dengan cara menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan tinggi, dan sekolah-sekolah guru.

“Kami sedang mencari guru kontrak untuk semua TK dan SD yang ada di Intan Jaya, untuk guru kami sedang membangun kerja sama dengan Universitas Cenderawasih bidang pendidikan, Kolose Pendidikan Guru di Nabire dan juga KPG di Timika,” jelasnya.

“Harapan kami, dengan membangun kerja sama dengan pihak Uncen maupun KPG Nabire dan Timika, ada banyak guru di Intan Jaya.”

Piter juga menambahkan, setelah ada banyak guru-guru di Intan Jaya, tentu anak-anak dapat belajar dengan baik, sekaligus ada kemajuan pendidikan di Intan Jaya.

ARNOLD BELAU


SELENGKAPNYA