Tampilkan postingan dengan label MAHASISWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAHASISWA. Tampilkan semua postingan
![]() |
| Anggota DPR Papua, Nioluen Kotouki (IST) |
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com--- Nioluen Kotouki, Wakil Ketua Komisi V DPRP Papua berharap kepada mahasiswa Yahukimo dan Papua pada umunya untuk menyiapkan diri menghadapi perkembangan jaman yang semakin berkembang, terutama orang Papua dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
“Mahasiswa sekarang harus belajar banyak untuk bisa bersaing kedepan menghadapi MEA. Kalian adalah generasi Papua kedepan, sehingga jangan menyia-nyiakan waktu ini – pergunakan waktu baik untuk belajar,” kata Kotouki dalam seminar pemilihan pengurus mahasiswa Angguruk, Pronggoli, Panggema dan Kosarek (Ampropakos) di aula Asrama Liborang Padangbulan, Jumat (29/9/2017).
Selain itu, ia minta mahasiswa untuk aktif melibatkan diri dalam organisasi-organisasi yang ada, baik itu organisasi tingkat kabupaten, distrik maupun organisasi yang ada di bawah naungan gereja.
“Karena imajinasi kita itu akan berkembang ketika kita melakukan banyak kegiatan dan disitu banyak pengetahuan yang akan kita peroleh. 85 persen ada di organisasi, jadi harus melibatkan diri dan harus punya komitmen serta visi jelas,” tuturnya.
Selain itu, Nathan Pahabol, Anggota Komisi V DPRP mengatakan, ANPORPAKOS ini adalah organisasi pangkaderan dan persatuan yang didalamnya ada tri-panggilana gereja, yaitu bersaksi, bersekutu dan melayani yang mempersiapakn diri untuk Papua kedepan, sehingga mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan baik.
“Organisasi ini dibentuk tahun 1993 dan ia termasuk tertua di kota Jayapura, sehingga mahasiswa dalam organisasi untuk terus melibatkan diri dan banyak belajar demi masa depan Papua,” kata Pahabol usai membuka seminar yang akan dilangsungkan dua hari, Jumat dan Sabtu (29-30/9/2017).
Selain itu, Nathan selaku senior yang perna memimpin ANPROPAKOS berpesan supaya pemilihan pengurus yang akan dilakukan pada, Sabtu (30/9/2017) benar-benar memilih pemimpin yang takut akan Tuhan.
Pewarta: Elisa Sekenyap
Editor: Arnold Belau
![]() |
| Demo tuntut SBY ditangkap di Inggris (Foto: FWPC) |
TRIKORA dikumandangkan oleh Ir. Soekarno untuk merebut dan membubarkan Negara West Papua yang telah mendeklarasikan kemerdekaannya sejak 1 Desember 1961. Padahal, pada saat itu Negara West Papua telah berdaulat dan merdeka sebagai sebuah negara.
Demikian isi seruan nasional mahasiswa Papua yang dikeluarkan oleh Gerakan Rakyat Papua Bersatu (GRPB), di Jogjakarta, tadi pagi, Sabtu (18/12) terkait hari Trikora yang akan jatuh pada 19 Desember 2011 mendatang.
Lanjut seruan ini, tepat 19 hari sejak Deklarasi Kemerdekaan West Papua, pemerintah Indonesia melakukan mobilisasi secara besar – besaran untuk merebut West Papua. Sejak saat inilah awal dari Indonesia mulai melakukan penjajahan, penindasan, perampokan, dan pelanggaran hak asasi manusia di Tanah West Papua.
Harapan GRPB, seluruh elemen Rakyat West Papua, khususnya mahasiswa yang berada di daerah Jawa dan Bali untuk dapat hadir bersama – sama dalam Aksi demo tersebut.
“Aksi akan dilakukan pada tanggal 19 Desember 2011, mulai pukul 09.00 WIB hinga selesai, thema: RAKYAT PAPUA MENGGUNGAT TRIKORA. rute aksi, akan dimulai dari Asrama Kamasan Mahasiswa Papua menuju Kantor Pos Jogja, dan terakhir di Alun-Alun Utara,” jelas Roy Karoba, Ketua AMP Kota Jogjakarta kepada Papuan Voices.
GRPB mengatatakan, sudah cukup lama rakyat Papua Barat dijajah dan ditindas, untuk itu bagi semua yang merasa diri orang Papua dan merasa di Jajah dan di Rampas Hak – Hak nya oleh Negara Kolonial Indonesia, maka datanglah dan Suarakan itu.
Seruan ini ditandatangani bersama oleh beberapa organ pergerakan mahasiswa, antara lain, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Nasional Mahasiswa Papua (FNMP), dan Gerakan Perjuangan Pembebasan Perempuan Papua Barat (GP3PB).
SONNY DOGOPIA


